• 12

    May

    KESADARAN GLOBAL DALAM TRADISI MINANGKABAU

    Dalam tradisi Minangkabau seringkali dijumpai kesadaran akan bangsa-bangsa asing dan suku-suku lainnya di Nusantara. Sejak dahulu nenek moyang kita pernah bergaul dengan bangsa-bangsa asing seperti India, Cina, Arab, Portugis, Inggris, Belanda dan Jepang. Dalam berbagai kaba, pantun dan pepatah kita bisa membaca ungkapan-ungkapan seperti marantau Cino, bak Cino karam, banua Ruhum, banua Arab, rajo sipatoka, Ulando mintak tanah, urang kaliang mati makan, dari Japun handak ka Japun, harimau Campo dan kuciang Siam. Pergaulan dan perantauan yang luas juga direfleksikan dalam tradisi Minangkabau yang berulang-ulang menyebut tentang sarawa Aceh, kapa dari Aceh, karih jawo, rajo jawo, timbakau jawo, kain bugih, antaro Bamban jo Malako, rajo Bantan, rajo Malako, rajo Deli, sambah Malayu, balam Ja
  • 12

    May

    MENCARI PERSPEKTIF YANG SESUAI UNTUK MENGHADAPI GEMPA

    Tidak diragukan lagi, hampir semua orang takut akan gempa. Terjadinya gempa terus menerus beberapa tahun terakhir di pesisir Barat Sumatera bertambah membuat gelisah dengan adanya prediksi kesemuanya itu masih merupakan pendahuluan dari suatu gempa dahsyat di sekitar tempat yang sama. Gempa memang sering terjadi di Sumatera Barat dari dahulunya. Seorang Belanda, J Du Puy, menulis pada 1845 gempa terkuat yang pernah diingat penduduk Padang adalah yang terjadi pada jam 10 malam saat bulan purnama tanggal 10 Februari 1797 (Een paar aanteekeningen omtrent vuurbergen en aardbevingen op Sumatra: TNI III/ 7/ 1845). Dalam catatan lain, gempa tersebut diperkirakan kekuatannya 8,4 dan menewaskan 300 orang. Gempa itu juga menimbulkan tsunami dahsyat yang oleh sebuah laporan Eropa waktu itu disebut
  • 11

    May

    PENGARUH TASAWUF DALAM SASTRA TRADISI MINANGKABAU

    Disebabkan besarnya pengaruh tasawuf dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat Minangkabau di masa lampau, dengan basis surau tarekat, ada jejak-jejak yang masih tinggal sampai sekarang. Selain tarekat yang masih lestari dan nama-nama ulama besar beserta surau dan makam-makam tempat ziarah, peninggalan itu juga diabadikan dalam hasil kebudayaan lain seperti silat dan kesusastraan. Khusus pada kesusastraan hal itu dapat kita baca misalnya dalam beragam versi tambo yang dipengaruhi ajaran-ajaran tasawuf (Zuriati 2007). Pengaruh tasawuf juga tampak jika kita menengok beragam jenis kesusastraan Minangkabau yang lain, di antaranya: kaba, pantun, pepatah-petitih, teka-teki, manto dan syair. Tasawuf itu sendiri tidak hanya bicara tentang hal-hal mistis filosofis, tapi juga aspek moral (zuhud)
  • 11

    May

    BEBERAPA TANDA ALIRAN SESAT

    Salah satu tema yang tak habis-habisnya dalam paradigma agama dari dahulu sampai sekarang adalah mengenai aliran sesat. Dalam agama-agama besar dunia, Kristen dan Islam merupakan dua agama yang paling sering menghadapi aliran sesat di antara umat mereka. Ini tak mengherankan karena keduanya memiliki menempati posisi pertama dan kedua dalam hal jumlah penganut di dunia dan keduanya aktif dalam kegiatan misi atau dakwah. Hal tersebut juga salah satu alasan mengapa keduanya bersifat sangat tegas dalam menghadapi fenomena aliran sesat, baik dalam bentuk fisik maupun non-fisik. Akan tetapi, berbeda dengan Kristen di mana yang menentukan aliran itu sesat atau tidak adalah Gereja, Islam melandaskannya pada pemahaman yang benar atas dasar-dasar akidah dan syariat Islam serta konsensus mayoritas
  • 11

    May

    SEKILAS TENTANG ASPEK HISTORIS SILAT MINANGKABAU

    Minangkabau tak hanya terkenal menghasilkan budaya dalam bentuk abstrak berupa pemikiran dan sastra yang termuat dalam gagasan-gagasan adat, pepatah-petitih, pantun dan kaba. Satu hasil yang tak kalah penting adalah bela diri Minangkabau yang dikenal dengan nama silek. Ada kira-kira 78 aliran silek yang dikenal di Minangkabau, kebanyakan dinamai berdasar nama binatang atau tempat asal aliran itu berkembang (Hiltrud Cordes 1992: 83). Di antara aliran itu adalah: silek tuo, silek batu mandi, silek kumango, silek lintau, sitaralak, silek sungai patai, silek luncua, silek harimau, silek pauah, silek pakiah rabun, silek kamang, silek baru, ulu ambek, puti mandi dan silek sunua. Oong Maryono (1998), praktisi dan peneliti silat nasional, mengatakan silek Minangkabau merupakan salah satu silat
  • 11

    May

    KONTRIBUSI MINANGKABAU TERHADAP MALAYSIA

    Terlepas dari persoalan kontemporer multi-aspek antara Indonesia dan Malaysia, ikatan sejarah antara dua negara sebenarnya lebih kompleks dari sekedar beda penjajah. Dari segi etnis, bangsa bumiputera atau Melayu Malaysia sebenarnya tidaklah homogen, tapi dibentuk dari berbagai unsur. Salah satu sumber unsur tersebut adalah suku-suku bangsa di Nusantara, di antaranya suku Minangkabau, Jawa, Bugis, Aceh, Banjar, Kerinci, Mandahiling dan Bawean. Dalam sejarah, keberadaan orang-orang Minangkabau di Malaysia berkaitan dengan kebiasaan merantau suku bangsa ini keluar daerah, baik dalam rangka dagang, mencari ilmu, petualangan atau karena konflik dalam satu atau lain bentuk, semisal Perang Paderi dan PRRI. Orang-orang Minangkabau diperkirakan hijrah ke semenanjung Malaya mulai pada abad ke-15
  • 10

    May

    PENGARUH TAMIL DI MINANGKABAU

    Walau tak banyak dari kita yang kenal kata Tamil, tapi hampir semua kita kenal kata Keling atau Kaliang. Tamil dan Keling adalah sinonim, walau rujukan yang terakhir sebenarnya tak terbatas pada Tamil saja, tapi juga bangsa-bangsa berkulit gelap lain (rumpun Dravida) dari India Selatan. Populasi bangsa Tamil saat ini lebih dari 65 juta orang dan mayoritas menempati negara bagian Tamil Nadu di India. Bangsa Tamil juga banyak menyebar di negara-negara lain seperti Srilangka, Malaysia, Suriname dan Singapura. Populasi bangsa Tamil di Sumatera Barat, terutama Padang, masih cukup signifikan pada abad ke-19 berdasar catatan-catatan Belanda. Bahasa Tamil diperkirakan sudah ada pada abad ke-3 SM dan bukti tertua bahasa tulisnya ditemukan berasal dari abad ke-2 SM. Tamil adalah salah satu kebuday
  • 10

    May

    DENDANG IMPIAN

    Berganti dendang tentang impian Kaki menari lain irama Tapi mulut dengan lagu yang sama: Harapan untuk seorang Di satu tempat di lain masa Engkau dan aku suatu cerita Di mana angin jadi perawi Untuk padang yang gersang ini Mimpi takkan kuhentikan Sebab inilah satu waktuku***
  • 10

    May

    BATAS KEKUASAAN

    Salah satu bentuk utama krisis di Timur Tengah seperti yang kita amati sekarang adalah upaya menumbangkan kekuasaan sejumlah pemimpin non monarki yang telah berkuasa begitu lama. Pergolakan di Libya menuntut Muammar Khadafi yang telah berkuasa selama 42 tahun untuk segera mundur; para demonstran di Yaman menginginkan sang presiden yang telah berkuasa selama 33 tahun, Ali Abdullah Saleh, untuk segera turun tahta; sementara di Mesir Husni Mubarak yang telah jadi presiden selama 30 tahun telah berhasil ditumbangkan. Tiap-tiap tuntutan itu tak serta merta diaminkan oleh para pemimpin tersebut dan malah dihadapi dengan melakukan tindakan kekerasan terhadap rakyatnya pada tingkat tertentu. Sekarang ini sebenarnya masih ada beberapa negara bukan monarki yang pemimpinnya berkuasa lebih dari 30 t
  • 10

    May

    SEBAGIAN NIKMAT BERAGAMA ISLAM

    Dengan menganut Islam, setidaknya seseorang mendapat tiga macam nikmat di atas dunia: nikmat statistik, nikmat ajaran dan nikmat pribadi. Masing-masing nikmat ini melahirkan kebanggaan tersendiri. Pertama, nikmat statistik. Dengan lebih dari 20 persen total penduduk dunia (sekitar 1,5 milyar), secara statistik penganut Islam berada di urutan kedua setelah umat Kristen dari berbagai aliran (2 milyar). Lebih dari separo jumlah penduduk 50 negara di dunia beragama Islam. Mayoritas penduduk Afrika (lebih dari 60 persen) merupakan muslim. Sementara itu, sekitar 60 persen umat muslim berada di Asia, dan hampir seperempat dari jumlah tersebut (200 juta) berada di Indonesia. Di Eropa sendiri, lebih dari 5 persen total penduduknya beragama Islam sehingga di benua ini menjadi agama terbesar kedua
- Next

Author

Follow Me